Keselamatan berkendara menjadi bidikan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora, Polda Jateng. Sejumlah langkah ditempuh untuk menekan agar tren kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar terus menurun. Kasatlantas AKP Febriyani Aer, S.I.K Membuka Acara  Ekstrakurikuler For Safety Riding di SMKN 2 Blora, Selasa (19/09/17).

Saat ini pelajar merupakan salah satu kelompok yang banyak melanggar aturan berlalu lintas, sehingga membuat Satuan lantas (Satlantas) Polres Blora gencar melakukan sosialisasi ke sekolah dengan mengadakan “Ekstrakurikuler For Safety Riding” untuk memberikan pengetahuan agar mereka bisa sadar dan tertib dalam berlalu lintas.
Bersama Kasat Lantas serta beberapa anggota dari satlantas Blora menggandeng Komunitas Freestyle KRT EXTREME Blora yang di pimpin Wawan Londoz.

Di SMK itu, Srikandi Polres Blora itu membeberkan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Pengendara yang kurang hati-hati menjadi pemicu utama. Kasus itu juga disebabkan pemahaman terhadap rambu lalu lintas yang kurang. “Naik motor tidak boleh asal ngebut atau yang lamban paling benar. Di jalan raya ada aturan kecepatan yang ditunjukkan melalui rambu-rambu. Ini yang sangat jarang dipahami oleh pengemui kendaraan sehingga mengakibatkan kecelakaan,” urai AKP Febriyani didampingi Kanit Dikyasa Satlantas Polres Blora Iptu Yoga. Studi kasus itulah yang mendorong Satlantas Polres Blora gencar melakukan road show  dengan sasaran Pelajar di Sekolah SD sampai SMK. Kalangan pelajar menjadi target pemahaman tertib berkendara serta memamahi rambu lalu lintas sejak dini agar terhindar dari musibah di jalan raya sewaktu berkendara. “Pelajar menjadi sasaran utama dalam sosialisasi tertib berlalu lintas karena mereka calon pemohon SIM. Kemahiran berkendara dan pemahaman tentang rambu termasuk dua hal yang bakal diujikan dalam proses permohonan SIM. Supaya lolos, kami ajarkan dulu teorinya,” terang AKP Febriyani. Masalah penggunaan helm juga disinggung dalam sosialisasi yang digelar di Lapangan SMK N 2 Blora dihadiri oleh seluruh siswa-siswi dan dewan guru. Meski sepele, persoalan helm menjadi faktor penentu korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia atau tidak.“Mengenakan helm tidak hanya saat berkendara diwaktu siang saja. Malam hari juga wajib. Kapan pun mengendarai roda dua harus menggunakan pelindung kepala biar kepala aman dari benturan andai terlibat insiden laka di jalan. Soalnya kepala paling rentan,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here